Thursday, March 3, 2011

Bicara Musibah


Dan sesungguhnya akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa inna Ilaihi raji'un (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). (QS. Al-Baqarah: 155-156)

Minggu ini saya menerima berita tentang beberapa kenalan jatuh sakit dan didoakan agar Ustazah Amirah cepat sembuh dari serangan Denggi.(saya rindu nak masuk kelas arab) dan buat kakak, abang & adik yang sedang sakit jua turut didoakan agar cepat sembuh.

InsyaAllah,amiennn.

Kita selaku umat beragama perlu merenungi, muhasabah akan segala kejadian yang berlaku ke atas diri kita & persekitaran. Ada hikmah disebalik segala "musibah" dan kejadian tersebut.

Bila berbicara tentang musibah, dalam khazanah kefahaman tentang keilmuan Islam disebutkan bahawa terdapat dua macam musibah dan terdapat kaedah yang terbaik untuk kita menghadapi musibah tersebut.

Pertama, musibah yang di luar pilihan kita sebagai manusia.

Contohnya adanya penyakit yang menimpa seseorang atau terjadinya kematian.

Terdapat beberapa ragam/reaksi keadaan manusia dalam menghadapi musibah.

(1) Ada manusia yang lemah sehingga ia nampak gundah dan sedih, serta ia suka mengaduh dan mengeluh, bahkan merasa tidak suka atau benci akan musibah yang dihadapinya.

(2) ada yang sabar.

(3) yang lebih tinggi dari bersabar adalah redha atau menerima dengan rela hati akan musibah.

(4) ada juga yang syukur, dan ini merupakan makam(kedudukan) yang paling tinggi.

Kategori musibah kedua, adalah musibah yang mengenai seseorang karena perlakuan orang lain.

Contohnya perbuatan zalim dan merampas harta.

Sementara itu, ragam/reaksi tindakan manusia ketika menghadapi musibah kategori seperti ini, selain ragam/reaksi seperti yang dinyatakan di atas, ditambah dengan berikut:

(1) memaafkan.

(2) hati bersih dari ingin membalas dendam.

(3) berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya.

(4) berusaha untuk menghadapi(memperbaiki) pelbagai aspek yang menjadi sebab timbulnya musibah dan mengatasinya.

"KELUH RESAH dan GUNDAH itu sahabat karib dan saudara kepada SIKAP LEMAH, sedangkan SABAR itu saudara kandung dan sahabat kepada KECERGASAN AKAL."

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...